Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label Hidayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hidayah. Tampilkan semua postingan

CIA6


Agen-agen Badan Intelijen Pusat Amerika, CIA, dan anggota-anggota SAS yakni pasukan khusus Inggeris dilaporkan sudah berada di daratan Libya untuk membantu menentukan lokasi sasaran militer Libya dan memandu serangan udara koalisi internasional.

Menurut wartawan Radio Australia, sudah lama ada asumsi bahwa agen-agen intelijen Barat ada di bumi Libya untuk mengumpulkan laporan intelijen, dan kini hal itu agaknya sudah dikonfirmasi.

Juga kini ada laporan bahwa Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, telah memberikan wewenang kepada CIA untuk memberikan senjata dan dukungan lainnya kepada pemberontak Libya, walaupun belum ada pengiriman senjata.

Laskar pemberontak Libya kini dalam keadaan parah karena kehilangan hampir semua wilayah yang sudah direbutnya pada akhir pekan lalu, dan mereka mundur lagi ke kota Ajdabiya.

Tanpa dukungan serangan udara koalisi, laskar pemberontak tampaknya tidak akan mampu bertahan menghadapi angkatan darat Libya.

Sementara itu, Selasa (29/3) kemarin, Presiden Obama dalam pidatonya di National Defense University, Washington DC merinci sikap Amerika bekerjasama dengan negara-negara lain dalam mendukung rakyat Libya yang berperang melawan Muammar Qadhafi.

"Kami jelaskan bahwa Amerika Serikat dan dunia berada di pihak mereka yang ingin menentukan nasib sendiri, bebas dari rasa takut, dan bebas memimpikan hari ketika mereka juga dapat hidup di tengah keadilan dan bermartabat. Menurut saya inilah esensi kepemimpinan Amerika. Itulah yang dimaksud dengan memimpin." ujar Obama.

Anehnya, Obama mengatakan Amerika bersama sekutu mengatakan pemimpin Libya telah mengancam dan akan membunuh lebih banyak orang, di saat yang sama bom-bom pasukan sekutu telah membawa banyak korban.*

C3


Agen-agen Badan Intelijen Pusat Amerika, CIA, dan anggota-anggota SAS yakni pasukan khusus Inggeris dilaporkan sudah berada di daratan Libya untuk membantu menentukan lokasi sasaran militer Libya dan memandu serangan udara koalisi internasional.

Menurut wartawan Radio Australia, sudah lama ada asumsi bahwa agen-agen intelijen Barat ada di bumi Libya untuk mengumpulkan laporan intelijen, dan kini hal itu agaknya sudah dikonfirmasi.

Juga kini ada laporan bahwa Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, telah memberikan wewenang kepada CIA untuk memberikan senjata dan dukungan lainnya kepada pemberontak Libya, walaupun belum ada pengiriman senjata.

Laskar pemberontak Libya kini dalam keadaan parah karena kehilangan hampir semua wilayah yang sudah direbutnya pada akhir pekan lalu, dan mereka mundur lagi ke kota Ajdabiya.

Tanpa dukungan serangan udara koalisi, laskar pemberontak tampaknya tidak akan mampu bertahan menghadapi angkatan darat Libya.

Sementara itu, Selasa (29/3) kemarin, Presiden Obama dalam pidatonya di National Defense University, Washington DC merinci sikap Amerika bekerjasama dengan negara-negara lain dalam mendukung rakyat Libya yang berperang melawan Muammar Qadhafi.

"Kami jelaskan bahwa Amerika Serikat dan dunia berada di pihak mereka yang ingin menentukan nasib sendiri, bebas dari rasa takut, dan bebas memimpikan hari ketika mereka juga dapat hidup di tengah keadilan dan bermartabat. Menurut saya inilah esensi kepemimpinan Amerika. Itulah yang dimaksud dengan memimpin." ujar Obama.

Anehnya, Obama mengatakan Amerika bersama sekutu mengatakan pemimpin Libya telah mengancam dan akan membunuh lebih banyak orang, di saat yang sama bom-bom pasukan sekutu telah membawa banyak korban.*

CIA2


Agen-agen Badan Intelijen Pusat Amerika, CIA, dan anggota-anggota SAS yakni pasukan khusus Inggeris dilaporkan sudah berada di daratan Libya untuk membantu menentukan lokasi sasaran militer Libya dan memandu serangan udara koalisi internasional.

Menurut wartawan Radio Australia, sudah lama ada asumsi bahwa agen-agen intelijen Barat ada di bumi Libya untuk mengumpulkan laporan intelijen, dan kini hal itu agaknya sudah dikonfirmasi.

Juga kini ada laporan bahwa Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, telah memberikan wewenang kepada CIA untuk memberikan senjata dan dukungan lainnya kepada pemberontak Libya, walaupun belum ada pengiriman senjata.

Laskar pemberontak Libya kini dalam keadaan parah karena kehilangan hampir semua wilayah yang sudah direbutnya pada akhir pekan lalu, dan mereka mundur lagi ke kota Ajdabiya.

Tanpa dukungan serangan udara koalisi, laskar pemberontak tampaknya tidak akan mampu bertahan menghadapi angkatan darat Libya.

Sementara itu, Selasa (29/3) kemarin, Presiden Obama dalam pidatonya di National Defense University, Washington DC merinci sikap Amerika bekerjasama dengan negara-negara lain dalam mendukung rakyat Libya yang berperang melawan Muammar Qadhafi.

"Kami jelaskan bahwa Amerika Serikat dan dunia berada di pihak mereka yang ingin menentukan nasib sendiri, bebas dari rasa takut, dan bebas memimpikan hari ketika mereka juga dapat hidup di tengah keadilan dan bermartabat. Menurut saya inilah esensi kepemimpinan Amerika. Itulah yang dimaksud dengan memimpin." ujar Obama.

Anehnya, Obama mengatakan Amerika bersama sekutu mengatakan pemimpin Libya telah mengancam dan akan membunuh lebih banyak orang, di saat yang sama bom-bom pasukan sekutu telah membawa banyak korban.*

CIA


Agen-agen Badan Intelijen Pusat Amerika, CIA, dan anggota-anggota SAS yakni pasukan khusus Inggeris dilaporkan sudah berada di daratan Libya untuk membantu menentukan lokasi sasaran militer Libya dan memandu serangan udara koalisi internasional.

Menurut wartawan Radio Australia, sudah lama ada asumsi bahwa agen-agen intelijen Barat ada di bumi Libya untuk mengumpulkan laporan intelijen, dan kini hal itu agaknya sudah dikonfirmasi.

Juga kini ada laporan bahwa Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, telah memberikan wewenang kepada CIA untuk memberikan senjata dan dukungan lainnya kepada pemberontak Libya, walaupun belum ada pengiriman senjata.

Laskar pemberontak Libya kini dalam keadaan parah karena kehilangan hampir semua wilayah yang sudah direbutnya pada akhir pekan lalu, dan mereka mundur lagi ke kota Ajdabiya.

Tanpa dukungan serangan udara koalisi, laskar pemberontak tampaknya tidak akan mampu bertahan menghadapi angkatan darat Libya.

Sementara itu, Selasa (29/3) kemarin, Presiden Obama dalam pidatonya di National Defense University, Washington DC merinci sikap Amerika bekerjasama dengan negara-negara lain dalam mendukung rakyat Libya yang berperang melawan Muammar Qadhafi.

"Kami jelaskan bahwa Amerika Serikat dan dunia berada di pihak mereka yang ingin menentukan nasib sendiri, bebas dari rasa takut, dan bebas memimpikan hari ketika mereka juga dapat hidup di tengah keadilan dan bermartabat. Menurut saya inilah esensi kepemimpinan Amerika. Itulah yang dimaksud dengan memimpin." ujar Obama.

Anehnya, Obama mengatakan Amerika bersama sekutu mengatakan pemimpin Libya telah mengancam dan akan membunuh lebih banyak orang, di saat yang sama bom-bom pasukan sekutu telah membawa banyak korban.*

Mata-Mata Inggris yang Masuk Islam

Sesungguhnya petunjuk hanya dari Allah Subhanahu Wata 'Ala, barang siapa yang Allah diberi petunjuk tidak akan ada seorangpun bisa yang menyesatkannya dan barang siapa yang disesatkan tidak ada seorangpun yang bisa menunjukinya. Sepanjang sejarah, dunia telah menyaksikan sejumlah orang-orang yang menolak dipalingkan dari agama nenek moyang mereka dan kemudian masuk ke sebuah jalan hidup kebenaran, yaitu Islam.

Bagaimanapun, berapa banyak contoh tokoh-tokoh penting masuk Islam yang beberapa dari mereka sebelumnya membenci dan memusuhi agama ini, contohnya adalah Khalid Bin Walid dan Umar Bin Khattab, yang memerangi Islam secara fisik, menyiksa bahkan membunuh orang-orang muslim, kemungkinan ini terjadi bagi siapa saja yang ingin memeluk islam,meskipun pada awalnya mereka di anggap musuh yang paling keras bagi umat islam.

Trend ini juga dapat di lihat di jaman kita sekarang, dengan orang-orang dari organisasi yang terkenal anti Islam seperti Front Nasional atau Combat 18.

Alhamdulillah, Segala puji bagi Allah, pada Senin, 3 Agustus 2009, seseorang yang di kenal sebagai mantan mata-mata, Glen Janvey, yang selama bertahun-tahun berkonspirasi siang dan malam memenjarakan aktivis-aktivis Islam, bertobat atas tindakannya dan lebih jauh lagi menyatakan diri masuk Islam. Sebagai konsekwensinya, dia juga mengganti namanya menjadi Omar Hamza Jenvey, sebuah nama yang di pengaruhi oleh dua tokoh ulama, nama itu diambilsebagai penghormatannya yang dalam kepada Syaikh Omar Bakri Mohammad dan Syaikh Abu Hamzah.

Sesungguhnya pintu Islam selalu terbuka terhadap mereka yang bersedia untuk memperbaiki keadaan mereka dan kami mohon kepada Allah untuk menjaga Omar Hamza Jenvey dalam keislaman yang baik. Dia juga menyatakan harapannya untuk menggunakan pengalaman dan kemampuannya yang ia peroleh selama bertahun-tahun untuk Islam kedepannya,

Dengan situasi luar biasa ini, kami juga merasa bahwa adalah tepat untuk mengingatkan setiap orang yang terus bersatu mendukung aktivis-aktivis Islam, seperti Richard Watson, Doughlas murray, Patrick Mercer dan banyak lagi Editor Suns agar mereka juga dapat mengikuti Omar Hamza Jenvey sebagai contoh dan masuk Islam.

[muslimdaily.net/islam4uk]
sumber : muslimdaily
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. News Islam Fastest - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger